Selasa, 15 Januari 2013

Dodo dan Nasi Goreng


Pandangan kabur ,kepala yang seikit pusing, dan keringat lengket karena malam yang panas dirasakan oleh Dodo yang baru bangun dari tidur siangnya. Dodo tidur dari jam 3 sore hingga jam 11 malam. Waktu yang cukup untuk mengembalikan tenaga Dodo setelah dari pagi lelah menunggu dengan cemas dan tanpa kejelasan yang jelas akan seseorang yang sangat berarti banyak bagi kehidupan Dodo baik sekarang maupun masa depannya. Ya, dia adalah dosen Dodo yang tak kunjung datang hari itu walaupun telah berjanji akan datang jam 9 pagi.

Melihat ke dalam rumah yang gelap karena semua orang sudah tidur kecuali Dodo, naluri seorang remaja yang masih dalam masa pertumbuhan pun keluar. Dia mengarah ke sebuah ruangan dimana dia bisa mendapatkan sebuah kehidupan disana. Namun hanya kekecewaan yang Dodo dapat ketika dia melihat tudung saji di dapur sudah tidak pada tempatnya. Tidak jauh dari sana tampak serpihan Ikan Bandeng yang seharusnya menjadi jatah Dodo, telah diambil oleh kucing Dodo yang sekarang telah tertidur pulas di sofa dekat TV.

Berharap bertemu dengan makanan nikmat tengah malam, dodo mengayuh sepedahnya dan mulai berkeliling komplek. Dodo hanya melihat nasi goreng sepanjang jalan. Nasi Goreng adalah makanan menyedihkan menurut Dodo karena tidak bergizi, dan nasinya keras seperti batu yang dikasi pilox warna putih. Namun kali ini ada sebuah warung nasi goreng yang sangat ramai sekali. Teringat pesan dari omnya bahwa “Tukang dagang makanan yang enak adalah tukang yang cepet abis dan bikin antrian panjang.”

Kali ini Dodo pasrah. Sepanjang jalan yang dia temukan hanyalah penjual nasi goreng, dan hanya ada sedikit harapan terbesit bahw nasi goreng ini pun enak.

Dengan harga standar Rp. 7.000 untuk nasi goreng, Dodo kembali mengatuh sepedanya dan pulang ke rumah. Sambil menyalakan laptop untuk mencari tahu apa saja yang di tweet dan di post kan oleh kecengannya di kampus, Dodo mulai menyuap nasi goreng itu.

Diluar dugaan Dodo, nasi goreng itu enak sekali. Rasa asin yang sedikit berlebih membuat nasi goreng itu memiliki rasa yang sangat berbeda dan dibalik asin itu terdapat gurih yang sangat melekat. Walaupun dengan daging yang sangat sedikit, namun rasa nasi dan bumbu nasi goreng itu sangatlah nikmat di mulut dodo. Dodo langsung makan nasi goreng itu secepat kilat dengan hanya 3-5 kunyahan sebelum menelannya.

Tertarik karena rasanya yang lezat, Dodo ingin mengajak teman-temannya untuk makan ke sana. Dodo dengan semangat menceritakan di kampus bahwa nasi goreng paling jawara dan kenikmatannya paling wahid. Sore itu pun selesai dari kampus, Dodo dan 3 temannya pulang ke rumah Dodo. Mereka melakukan aktivitas paling ngetrend dan sangat menjamur di semua kalangan mahasiswa tingkat ahir. Kegiatan yang paling bermanfaat untuk menata masa depan yang suram. Itu adalah PES. Game sepakbola yang memiliki candu di dalamnya.

Saat jam 10 hampir tiba, mereka semua kelaparan. Dodo pun mengajak ke tempat nasi goreng itu. Namun saat melihat keluar, ternyata hujan deras. Cuaca pun sangat dingin sehingga mereka semua menyeduh Milo hangat dulu.

Jam setengah 12 pun hujan reda dan mereka pergi ke tempat nasi goreng. 2 teman Dodo membawa motor dan mereka saling berboncengan. Walaupun jaraknya dekat namun mereka memakai jaket bermotor karena hujan yang cukup deras membuat malam sangat dingin.

Nasi pun dibungkus dan dibawa pulang untuk dimakan di rumah karena takut hujan lagi. Sampai di rumah. Dodo dengan semangat menggembar-gemborkan betapa nikmatnya masakan ini. Dodo sengaja tidak makan dulu karena menunggu teman-temannya menyuap. Saat suapan pertama, expressi wajah mereka menggambarkan hal yang jauh dari ketertarikan atau kesenangan saat orang memakan masakan enak.

“Paan si, nasi ga jelas gini doang lu bilang enak” satu teman dodo mulai membuka bicara

“ Iya apaan si do lebay banget dah lu. Nasi gini mah gw juga bisa bikin, tinggal nasi kasi kecap kasi garem beres. Basi banget si ah.”

“ Gw balik do ah” teman dodo yang ketiga meninggalkan makanannya dan langsung naik motornya pulang dan meninggalkan makanannya di kamar Dodo. 2 temannya pun menyusul namun yang 1 menghabiskan dulu nasi gorengnya dengan cepat, mengejek Dodo dan baru pulang.

Perasaan sedih karena teman-temannya tidak bereaksi seperti diharapkan langsung terpancar. Dodo bengong sambil melihat nasi gorengnya. Dia pun membuka nasi gorengnya dan mencoba merasakannya. Rasanya kali ini dibanding rasa yang kemaren sangatlah jauh sekali. Dodo merasa ada yang aneh. Padahal ketika membeli Dodo masih hafal muka abang-abangnya. Dan orang yang membuat adalah orang yang sama dengan yang membuat nasi goreng Dodo kemaren. Apa mau dikata, Dodo makan nasi goreng miliknya walau tidak habis karena sangat tidak enak, membuang makanan temannya dan langsung tidur.

Selang beberapa hari, Dodo harus mengerjakan skripsi di tempat temannya yang rumahnya tak jauh dari rumah Dodo. Malam itu Dodo sedikit tidak konsen karena tidak biasanya Dodo melihat Icha memakai tank top di rumahnya. Icha adalah anak yang sangat pintar di kampus. Tipikal muka rumus yang selalu berkutat dengan laporan dan rumus. Icha adalah teman Dodo bertanya masalah pelajaran dari semester awal. 
Biasanya Icha memakai baju kaos biasa dan celana piyama panjang. Namun karena hari ini cukup panas, Icha pun mengenakan tank top dan hot pants. Namanya wanita kadang terlihat cantik seringnya si tidak tapi sekalinya kelihatan cantik jadi penasaran dan langsung pengen jadian dan pacaran. Itulah sudut pandang Dodo terhadap wanita. Namun Dodo dan Icha adalah teman belajar dari awal kuliah. Lagi, Dodo tidak tertarik dengan Icha.

Saat Dodo pulang jam 10 malam, Dodo melewati tukang nasi goreng yang sempat sangat enak dan tidak enak itu. Dodo mencoba memberikan kesempatan ke 2 untuk mengetes apakah nasi goreng ini benar-benar enak atau tidak.

“Bang bungkus 1 bang ya!” Dodo langsung memesan

“Ga sama temennya mas?”  Jawab tukang dagang.

“engga, pada ga maen ke rumah.” Dodo pun tersenyum kepada pedagangnya.

Kali ini mata Dodo sangat awas karena Dodo ingin mencari tahu bagaimana nasi goreng ini bisa enak dan bisa tidak enak.  Dodo memperhatikan minyak yang dituang, berapa sendok garam, Vetsin yang digunakan, hingga cara memasak telurnya. Tidak ada yang aneh. Lalu nasi pun dimasukkan ke katel dan diaduk oleh abangnya. Saat diaduk inilah, terlihat oleh Dodo rahasia sesungguhnya rasa asin dan gurih dari nasi goreng yang dimakan Dodo. Dengan mata melotot dan kaget saat memperhatikan pemasakan nasi goreng, Dodo melihat beberapa tetes cairan bening masuk ke wajan nasi goreng. Dodo mencoba melihat ke atas nasi goreng dan memperhatikan abang nasi goreng itu. Terlihat keringat dari abang tersebut mengalir di hari yang panas ini dan masuk  ke katel tersebut. Keringat mengalir dari dahi turun ke dagu dan menetes ke bawah, dari tangan dimana abang tersebut memegang kain untuk menahan panas katel penggorengan itu.

Saat serius memperhatikan hal tersebut, Dodo sedikit terbengong dengan kilas balik pengalamannya saat pertama kali ia membeli nasi goreng di sini. Hingga tiba-tiba
“Bang ini nasi gorengnya silahkan” Abang tersebut selesai memasak dan memberikan kepada Dodo dengan senyum khas pedagang lengkap dengan keringatnya yang masih banyak di wajah dan badannya.


Senin, 07 Januari 2013

Dodo dan Orang dari masa depan



Suatu hari Dodo sedang berjalan pulang dari kampusnya. Dodo berjalan dari depan jalan raya ke komplek rumahnya karena angkutan umum tidak sampai ke depan rumah. Cuaca pada hari itu cukup cerah  namun Dodo ingin pulang karena dia ingin tidur dulu agar begadang nanti subuh.

 Ditengah jalan, seseorang bapak-bapak usia 30an menghampiri Dodo.

“Nak apakah kamu tinggal di daerah sini?” Tanya orang misterius itu.

“iya, Kenapa pak?” Tanya Dodo balik.

“Dengarkan nak, mungkin ini sedikit tidak masuk akal tapi bapak minta kamu percaya dengan bapak!” Orang tersebut kemudian memegang kedua bahu Dodo dan menatap Dodo dengan sangat serius.

Dodo pun merasa aneh dan ganjil. Di benaknya berbagai macam spekulasi muncul, Dodo takut bapak ini Homo, Dodo juga takut bapak ini melakukan modus penodongan yang baru dan Dodo juga sempat takut kalo dia akan diculik untuk diminta tebusan. Tapi Dodo berpikir tampaknya Dodo terlalu tua untuk diculik.

“Bapak datang dari masa depan nak, Bapak harap kamu bisa membawa warga-wargamu untuk meninggalkan komplek ini dengan seketika. Besok siang, tepatnya pukul 12.15 akan ada sebuah truk gas LPG yang berisi tabung-tabung penuh yang bannya akan meledak dan isi gas LPG pun akan berhamburan sehingga menimbulkan kebakaran yang sulit dipadamkan. Bapak tersebut mengatkan kepada Dodo dengan sangat yakin, tenang dan pasti.

Dodo mendadak panic, lututnya lemas dan mukanya langsung pucat. Kata-kata itu tampak sangat meyakinkan“ Lalu kenapa bapak member tahu kepada saya pak? Kasi tahu saja ke Pak RT disini?”

“Mereka tidak bisa menyelamatkan warga sini nak, Bapak juga berasal dari warga sini dan bapak ingin warga sini selamat. Dan hanya kamu yang bisa menyelamatkannya.” Orang itu pun melepaskan tangannya dari bahu Dodo.

Entah mimipi apa semalem atau keselek biji duren apa, Dodo seakan-akan sudah menjadi tokoh utama dalam serial petualangan menyelamatkan dunia. Dodo mulai kebingungan. Rasa takut, cemas, panic dan tidak percaya campur menjadi satu. Ditengah kebingungan ini, dodo memiliki ide.

“Bapak datang dari masa depan?” Tanya dodo

“iya”

“Dan kebakarannya akan terjadi besok siang? Jam 12?”

“Iya”

“Berarti bapak datang dari masa depan dan tahu betul apa saja yang terjadi dari hari ini dan besok?”

“Betul”

“Kalo begitu…” Dodo menggaruk dagunya, “Nanti malam ada final Liga Champion. Bapak tahu dong siapa pemenangnya?” Dodo menatap tajam mata bapak tersebut.

Bapak tersebut tampak kaget dan mundur satu langkah. Namun bapak itu mengambil nafasnya dalam-dalam dan berkata.” Benar sekali nak, warga akan kecewa berat Manchester United akan kalah mala mini.”
“Baiklah pak” Dodo pun lalu berjalan pergi.

“apakah kamu sudah percaya sekarang?” Tanya bapak tersebut.

Dodo pun berbalik badan “ Yaah, gw kira hari ini gw bakalan menang taruhan 1 komplek. Taunya Cuma bakal gigit jari lagi. Udah deh bang, gw saranin lu kerja dan jangan kebanyakan nipu orang. Dosa lu, ga baik. Nanti kuburan lu menyempit tau rasa lu!!!”

Orang misterius itu pun kaget dan terdiam

“Yang tanding nanti mah Dortmund ama Real Madrid. Masa yang kalah MU Mikir dong!!”

Minggu, 06 Januari 2013

Apakah Anda Extrovert atau Introvert?




Cobalah jawab pertanyaan di bawah ini dengan “Ya” atau “Tidak

1.      Saya lebih menyukai pembicaraan satu lawan satu dibanding diskusi secara grup

2.      Saya lebih sering mengutarakan perasaan saya dengan menulis

3.      Saya menikmati kesendirian saya

4.      Saya sepertinya lebih tidak peduli tentang kemakmuran, status dan ketenaran    dibanding rekan-rekan saya

5.      Saya tidak menyukai perbincangan ringan namun saya menikmati perbincangan secara dalam tentang topic yang penting menurut saya

6.      Orang-orang mengatakan saya bahwa saya adalah pendengar yang baik.

7.      Saya bukanlah seorang pengambil resiko yang besar.

8.      Saya menikmati pekerjaan yang membiarkan saya terjun dengan dalam dan dengan sedikit interupsi

9.      Saya suka merencanakan ulang tahun dengan skala kecil dan hanya dengan 1 atau 2 teman dekat atau keluarga.

10.  Orang-orang mendeskripsikan saya sebagai “Mellow” atau “pembicara yang lembut”

11.  Saya lebih memilih untuk tidak menunjukkan atau mendiskusikan pekerjaan saya kepada orang lain hingga pekerjaan saya selesai.

12.  Saya tidak menyukai konflik.

13.  Saya melakukan pekerjaan saya yang terbaik dengan bekerja sendiri.

14.  Saya cenderung berfikir dulu sebelum berbicara.

15.  Saya tidak mengangkat telepon walaupun saya bisa dan memiliki waktu untuk mengangkatnya

16.  Jika saya disuruh untuk memilih, saya lebih memilih weekend dengan tidak ada acara dibanding dengan yang penuh acara.

17.  Saya tidak menyukai multitasking

18.  Saya dapat berkonsentrasi dengan mudah.

19.  Untuk situasi di kelas, saya lebih memilih diajar oleh guru dibanding diskusi berkelompok.

Jika jawaban anda kebanyakan “Ya” berarti anda adalah orang yang Introvert. Jika jawabannya  kebanyakan “Tidak” anda berarti orang yang extrovert. Jika jawaban anda cukup berimbang berarti anda adalah orang yang “Ambivert”

Setiap orang memiliki tipe extrovert dan introvert di dalam dirinya. Namun pada beberapa orang salah satu sifat sangat dominan dibanding sifat lain. Ambivert adalah tipe orang yang seimbang antara extrovert dan introvert.


Bagaimana mungkin seseorang bisa memiliki Introvert dan Extrovert sekaligus? Sesungguhnya manusia adalah mahluk yang sangat complex dari  dari segi kepribadian dan hal ini adalah yang wajar. 

Dibalik Lowongan Pekerjaan


Dibalik 



Pria/Wanita maximal 25 tahun
Arti: Kami membutuhkan pekerja muda yang siap bekerja. Bukan kakek-kakek atau nenek-nenek yang udah encok pegel linu, batuk batuk keluar bangkong dan kalo baca buku matanya harus mundur jauh dulu.

 Lulusan S1 Semua jurusan.
Arti: Laah kuliahan sekarang ga ada yang beres. Lulus mah lulus tapi ditanya ini itu  pelanga pelongo udah macam pembantu baru nyari tempat garem di garasi.

Berpenampilan menarik.
Arti: Yaah namanya juga bos lah. Pengen karyawan yang caem caem. Siapa tahu nanti kalo ada karyawan yang caem bisa dijadiin simpenan.

Berkepribadian menarik.
Arti:  Menarik mulu dari tadi. Heran gw apaan sih yang ditarik sebenernya?

Menyukai tantangan dan hal-hal baru.
Arti:  Kalo entar ada yang ga beres dan bosnya ga ngerti, bosnya tinggal ngomong “ini kesempatan buat kamu berfikir diluar kotak dan memecahkannya. Semangat nak!” Lalu bos pun keluar sambil manggil tukang bapau panas.

Mau bekerja keras.
Arti:  Kita pengen anda untuk bekerja keras, banyak dan lama. Tapi gaijnya dikit.

Memiliki skill komunikasi dengan baik.
Arti:  Jangan sampe ditanya kuda dijawab monyet. Jangan kalo disuruh bikin susu milo malah diambil dari aer comberan pinggir kantor.

Mampu bekerja baik di dalam tim.
Arti: Kita ga mau karayawan jadi provokator kerusuhan seperti G-30 S PKI, kita juga ga mau kalo  ketemu karyawan lain langsung dilemparin bom Molotov dan yang lemparinnya sembunyi di balik tong sampah Lion Star warna abu-abu. Gw bikin perusahaan dari duit bokap hasil jual Sapi 4 biji di kampung gw sana. Awas lu sampe bikin rusuh.

Bersedia ditugaskan ke cabang di Kota-kota di seluruh Indonesia.
Arti: Bray Jakarta udah macet banget bray. Kalo elu kerja di Jakarta lagi nanti gw mesti berebutan oksigen ama elu bray. Males banget ah gw. Lu mending sekarang cabut ke luar jawa dah. Sumber air so dekat sekarang. 


Selasa, 18 Desember 2012

Bagaimana Jika Saya Selalu Dipandang Sebelah Mata? Kisah Benjamin Franklin


Bagaimana Jika Saya Selalu Dipandang Sebelah Mata? Kisah Benjamin Franklin

Benjamin Franklin (Massachusetts , 1706) memiliki kecintaan yang besar kepada buku. Dari kecil Benjamin selalu bermimpi untuk menjadi penulis terkenal. Mimpinya itu mulai terwujud ketika Ayahnya membuat perusahaan percetakan bernama The New-England Courant yang dikelola langsung oleh Kakaknya James.

Benjamin yang berusia 12 tahun mulai menjadi pekerja dan bertugas di  berbagai macam pekerjaan seperti: mengoperasikan mesin cetak, mengantar kertas ke pembaca hingga mengedit manuskrip Koran.  Seiring dengan pekerjaan dan hasrat dia untuk menjadi penulis hebat, Benjamin mengasah kemampuannya dalam menulis. Benjamin terus membaca karya-karya hebat penulis setempat dan bereksperimen membuat tulisannya sendiri.  

Berbekal ide-ide yang brilian dari hasil pembelajarannya, Benjamin memberitahu kakaknya James tentang artikel-artikel yang ingin dia tulis untuk dipublikasikan di Koran kakaknya. Namun James adalah seorang yang keras kepala dan menanggap Benjamin sebelah mata. James menganggap bisnis percetakan adalah bisnis yang sangat serius dan karya-karya Benjamin hanyalah karya anak-anak yang tidak pantas dipublikasikan. Label bahwa Benjamin hanya sebuah adik yang masih kecil melekat kuat di benak James.
Benjamin terus berusaha berdebat dengan kakaknya akan ide ini. Semakin Benjamin berdebat, Benjamin mulai mengalah karena dia tau James adalah orang yang sangat keras kepala dan tak ada gunanya berdebat dengan kepala batu. Walau mengalah dalam debat, Benjamin tidak pantang menyerah dan terus mencari cara agar tulisannya dapat dimuat di Koran kakaknya.

Tiba tiba Benjamin terpikir sebuah ide.Dia sadar bahwa yang tidak disukai James adalah dirinya. James sudah memberikan label adik kecil yang tidak pernah dewasa kepada Benjamin. Tandanya bila tulisan itu bukan dari Benjamin, James pasti mau menerimanya.

Benjamin terpikir untuk membuat sebuah tokoh fiksi yang akan membuat tulisan ke Koran kakaknya. Setelah berpikir lama, Benjamin memutuskan untuk membuat karakter berupa seorang janda bernama Silence Dogood yang memiliki opini yang sangat menyindir, aneh dan terus terang terhadap kota boston.

Guna membuat karakter fiksinya itu menjadi seolah-olah nyata, Benjamin mulai membayangkan kisah perjalanan janda tersebut dengan detil. Dia menghabiskan berjam-jam untuk berkhayal tentang karakter fiksinya itu. Dia berpikir dari segala aspek hingga Benjamin mulai menjiwai karakter fiksinya itu.

Dengan penuh imajinasi, Benjamin menulis tulisan pertamanya ke The New England Courant. James melihat tulisan tersebut dengan gembira dan langsung mempublikasikannya. Tulisan yang sangat jenaka dan sangat menyindir ini langsung menjadi terkenal di kota itu dan kelanjutan tulisannya selalu ditunggu masyarakat. James menganggap bahwa tulisan ini berasal dari penulis terkenal yang menggunakan nama samaran.

Di saat James sangat senang seiring menerima tulisan dari Nyonya Dogood, Benjamin hanya berpura-pura tidak tahu namun didalam hati dia tertawa puas. Reaksi kakaknya dan reaksi masyarakat lebih dari cukup untuk membuatnya merasa bahagia. Seiring dengan waktu, pekerjaan Benjamin mulai beragam dan Benjamin telah menjadi editor manuscript yang handal.

Percaya dengan kemampuannya, Benjamin ingin mengaku kepada James. Benjamin menganggap bahwa segala prestasi dia di bisnis Koran ini sudah cukup untuk membuat dia diakui di mata kakaknya James. Suatu hari Benjamin datang ke James dan mengaku bahwa sebenarnya yang menjadi Nyonya Dogood itu adalah dirinya sendiri. Benjamin juga membawa bukti tulisan-tulisan Nyonya Dogood.

Berharap ingin dipuji atau setidaknya ingin diakui oleh James, Benjamin malah mendapat perlakuan sebaliknya. James sangat marah kepada Benjamin. James merasa telah dibohongi mentah-mentah oleh adiknya sendiri. James sangat tidak suka dibohongi, apalagi oleh keluarganya sendiri. Semenjak saat itu, Benjamin kembali melakukan aktivitas sehari-harinya. Namun kali ini James benar-benar menjadi pemarah, dingin, selalu menghinda dan merendahkan pekerjaan Benjamin.

Hal ini membuat Benjamin tidak betah bekerja dengan kakaknya James. Berbekal ilmu yang dia dapat selama mengelola bisnis Koran, Benjamin pergi ke Philadelphia untuk mencari peruntungan. Tak lama setelah dia tiba di kota baru dan tak mengenal siapa-siapa, dia menjelajahi bisnis percetakan di kota itu dan bertemu Samuel Keimer. Skill Benjamin di atas rata-rata untuk umurnya di bidang percetakan, Benjamin menjadi orang yang sangat di percaya dan berpengaruh bagi Samuel Keimer. Benjamin pun bebas berkreasi di bisnis barunya itu.

Penjabaran:

Masyarakat yang terbangun sekarang adalah sumbangasih dari akumulasi kejadian di masa lalu. Akumulasi itu terbentuk dan menjadikan budaya yang ada sekarang. Label-label yang diberikan adalah hal yang umum terjadi di masyarakat. Anak laki-laki paling tua pewaris keluarga, adik yang selalu dibawah kakaknya, kakak tertua yang selalu dibanggakan, wanita yang dikesampingkan daripada pria dan lainnya adalah contoh umum yang sering kita jumpai.

Hal yang telah menjadi label cenderung sangat susah sekali dirubah. Lihat bagaimana Benjamin telah membuktikan diri bahwa dia pantas untuk menjadi penulis diimarahi oleh James dengan alasan merasa dibohongi. Jika anda berada dalam situasi yang diatas, ambillah pelajaran dari kisah di atas.
Anda dapat mengambil ilmu dari orang yang merendahkan anda atau memberi anda label, tapi jangan pernah minta penghargaan dari mereka. Jika anda meminta hal itu berarti anda melakukan hal yang sia-sia. Ambillah ilmunya sebanyak yang anda mau dan pindah lah ke tempat yang lain. Dengan skill dan pengetahuan yang anda miliki, sudah sangat dipastikan ada orang yang sangat menghargai anda. Untuk apa bersusah payah mencari pengakuan dari orang yang tidak menghargai anda, sedangkan di luar sana banyak orang yang menghargai anda.

Rabu, 12 Desember 2012

Apa yang harus dilakukan saat salah jurusan kuliah?


Saya merasa saya salah jurusan. Lalu apa yang harus saya lakukan?

Di usia 20 tahunan dimana seorang mahasiswa sedang berada di tahun ke 2 atau tahun ke 3 kuliahnya, sering muncul pertanyaan seputar jurusan kuliahnya. Apakah ini jurusan yang tepat untuk saya? Apakah saya benar-benar menginginkan jurusan ini? Saya rasa jurusan yang saya ambil bertolak belakang dengan cita-cita saya, lalu apa yang harus saya lakukan? Berdasarkan pertanyaan ini saya sebagai penulis juga mempertanyakan pertanyaan ini dan saya ingin menuliskan tentang jawaban saya. Saya akan memulainya dengan kisah Charles Darwin.
Charles Darwin
Charles Darwin yang lahir pada 12 Februari 1809 adalah bapak dari evolusi. Dia menciptakan berbagai teori evolusi  modern yang sampai saat ini menjadi landasan bagi semua pengembangan ilmu pengetahuan di bidang biologi.

 Di masa mudanya Charles Darwin memiliki seorang sepupu bernama Sir Francis Galton. Terlahir dari kakek yang sama yaitu Erasmus Darwin. Galton adalah seorang anak yang cerdas dan cemerlang. Semasa mudanya Galton memiliki keahlian di berbagai bidang seperti : meteorology, psikologi, dan kriminologi.

Terlahir sebagai anak ke 5 dari pasangan Robert Darwin dan Susannah Darwin, Charles Darwin tidak memiliki keahlian yang spesifik dan menonjol seperti sepupunya. Bahkan keahlian Darwin pada saat itu dibawah rata-rata anak seusianya. Darwin hanya tertarik untuk mengumpulkan specimen biologis yang saat itu cukup dibilang tidak berguna.

Sir Francis Galton
Robert Darwin adalah seorang dokter yang sukses dan menginginkan Darwin masuk sekolah kedokteran seperti ayahnya. Maka ayah Darwin memasukannya ke University of Edinburgh. Selama masa kuliahnya Darwin adalah mahasiswa yang pas-pasan. Merasa kecewa karena tidak dapat meneruskan nama baik ayahnya di fakultas kedokteran, Ayah Darwin memindahkan Charles ke Christ’s College, Cambridge untuk menjadi seorang anglikan.

Sebagai mahasiswa di Christ College, Darwin tetap pada kegemarannya yaitu mengumpulkan spesimen. Dia selalu bertanya kepada setiap orang bila orang tersebut memiliki specimen baru agar Darwin dapat mengoleksinya. Kegiatan ini Darwin lakukan hingga dia mendapatkan gelar Bachelor of Arts.

Seusai kuliahnya di Christ College, mantan dosennya memberitahukan kepada Darwin bahwa HMS Beagle akan melakukan perjalanan keliling dunia untuk mengoleksi specimen dan dibawa kembali ke Inggris. Walau dengan bayaran yang rendah dan ditentang oleh orang tuanya, Darwin dengan berani mengambil pekerjaan tersebut dan berkeliling dunia.

Awal perjalanan adalah hal yang tidak terlalu baik karena Darwin tidak kuat dengan Mabuk Laut dan kehidupan yang keras dia atas kapal. Awak-awak kapal dan cuaca yang sama-sama tidak bersahabat membuat dia selalu berfikir apakah pekejraan ini adalah pekerjaan yang dia inginkan.

Selama beberapa bulan di laut ahirnya Darwin mencapai Amerika Selatan. Disana dia menemukan berbagai macam specimen, tulang, fossils dan berbagai hal tentang hewan dan tumbuhan yang menarik perhatiannnya. Selama 5 tahun perjalanannya, Darwin terus berada dalam keadaan bahagia tertinggi dalam hidupnya yaitu mendapatkan yang dia cari dan lalu Darwin kembali ke Inggris.

Setelah kembalinya Darwin dari penjelajahan, Darwin menyusun dengan rapi semua temuan dia itu dan mencoba mencari penjelasan tentang hal-hal yang dia temukan. Dengan melihat keragaman dan perbedaan dari specimen-spesimen yang dia temukan, Darwin mendedikasikan dirinya untuk mencari jawaban atas semua karakteristik hewan yang dia temukan.

Lalu pada pertengahan bulan Maret 1836 saat Darwin berusia 27 tahun, Darwin menulis tentang Red Book tentang kemungkinan sebuah spesies berubah menjadi spesies lain yang merupakan teori dari revolusi yang kita gunakan dalam pelajaran.

Kisah Dari Leonardo Da Vinci

Ser Piero da Vinci adalah seorang notaris hokum yang kaya. Leonardo adalah anak tanpa ikatan pernikahan antara ayahnya dengan Caterina, seroang petani biasa. Nama Leonardo adalah” Lionardo di ser Piero da Vinci yang berarti “Leonardo, (anak laki-laki) dari ser Piero dari daerah Vinci” . Kata ser pada ser Piero menandakan Leonardo adalah anak dari seorang yang terpandang.

Karena terlahir sebagai anak diluar ikatan pernikahan, Leonardo tidak masuk ke universitas selayaknya anak terpandang di kota tersebut. Leonardo bahkan mendapatkan pendidikan yang sedikit disbanding anak lainnya. Leonardo banyak menghabiskan waktunya sendiri. Leonardo senang berkelana melihat pemandangan dari hutan-hutan, sungai, air terjun, dan bunga-bunga liar yang tumbuh di sekitar lingkungannya.

Suatu hari Leonardo menyusup ke kantor ayahnya dan mengambil kertas dan beberapa alat gambar yang pada saat itu sangatlah langka. Ayahnya tidak memperhatikan hal tersebut karena banyaknya barang-barang mewah di kantor ayahnya. Setiap hari Leonardo pergi ke hutan dan duduk di sebuah kayu untuk memulai menggambar apa yang dia lihat. Tidak ada guru yang mengajarkan dia cara untuk menggambar. Semua hanya apa yang dia lihat dengan mata kepala sendiri, dia tuangkan kedalam gambarnya. Semasa Leonardo menggambar, Leonardo selalu memperhatikan objek yang dia gambar secara detil dan dia selalu memiliki ambisi untuk dapat menggambar sedetil mungkin mendekati gambar yang menjadi hidup.

Di usia Leonardo yang hanya 14 tahun dan dengan hasil gambarnya yang menakjubkan, dia sudah diterima studio seniman terbaik se-Florentine yaitu studio Andrea di Cione atau dikenal dengan Verrocchio. Yang terkenal dari Verrocchio adalah Verrocchio mengajarkan semua anak didiknya untuk mempelajari ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan gambar yang akan dibuat seperti : mekanik, kimia bahkan metalurgi. Leonardo yang haus akan ilmu tentunya sangat bersemangat menerima ilmu ini.


Annunciation 1472-1475

Suatu saat Verrocchio memberikan tugas pada anak didiknya untuk menggambar seorang malaikat. Leonardo yang terbiasa mengamati lingkungan di sekitarnya dengan sangat detil mulai mempelajari tentang malaikat. Leonardo mencoba mencari tahu bagaimana dia bisa menggambar ekspresi seorang malaikat. Oleh karena itu Leonardo menghabiskan banyak waktu untuk mengamati orang-orang di sekitarnya yang berdoa dengan sungguh-sungguh.

Untuk menggambar sayap dari seorang malaikat, Leonardo mengambil sebuah burung dan mengamati sayap burung secara detil. Tidak hanya bentuk dan karakteristik dari burung tersebut tapi Leonardo juga mengamati bagaimana cara kerja dari sebuah sayap terhadap burung lalu dia mencoba mengimajinasikan bagaimana sayap ini bekerja pada seorang malaikat. Leonardo juga mempelajari tentang ilmu penerbangan dari burung. Bagaimana kontur dan juga bentuk tubuh dari burung mendukung seekor burung untuk terbang.

Karena pengamatan yang begitu panjang, Leonardo membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugasnya. Verrocchio tidak menyukainya karena Leonardo adalah siswa yang paling lambat diantara yang lain dan keterlambatan dalam pembuatan tugasnya itu dapat dikatakan cukup parah. Tapi Leonardo dari awal tidak suka pengakuan dari gurunya. Semua gambar yang dia lakukan adalah untuk dirinya sendiri dan untuk menciptakan sebuah mahakarya dari hasil pengamatan dengan mata kepalanya sendiri.

Saatnya tiba Leonardo untuk mengumpulkan tugasnya dan Verrocchio pun terkaget melihat hasil karya Leonardo yang sangat nyata, hidup dan mendetil. Karya yang ia berikan seolah-olah bukan dari hasil imajinasinya, melaikan seorang malaikat menawarkan diri turun ke bumi untuk digambar oleh Leonardo. Ekspresi wajahnya, pepohonan yang ada di belakangnya, suasana langit, bentuk sayapnya semua terpadu dalam sebuah harmoni yang menenangkan. Gambar Leonardo pun menjadi sebuah mahakarya pada saat itu. Selebihnya, karya-karya terkenal Leonardo Da Vinci pun terlahir dari kegiatan yang mirip dengan apa ia lakukan sebelumnya.

Jumat, 21 September 2012


Seni dari Kompetisi

Malam ini Jum’at 21 September 2012 saya akan menulis blog pertama saya. Blog ini berisikan pikiran-pikiran yang ada di benak saya dan ingin saya tuangkan. Hari ini saya ingin menulis seni dari kompetisi.

Sebagai laki-laki terlahir dengan hormon testosteron yang membanjiri dengan sangat banyak, kita tidak akan lepas dari yang namanya kompetisi. Dari lahir kita selalu ingin mencoba menang dalam segala keadaan. Mari kita simak cerita seorang anak di warung sedang bermain dengan 2 temannya. Kita sebut saja Adi, Ari dan Ami.  Adi berkata” ayahku kemaren baru pulang dari kampungku. Kakekku punya sawah luasnya  10x rumahku”. Ari yang mendengar hal itu segera merespon “kakek aku juga di daerahnya punya sawah 20x besar rumah ku”. Tak mau kalah Ami langsung menanggapinya “Besaran punya kakek aku. Kakek aku punya sawah berpuluh-puluh ratus kali rumah aku”. Hal ini tidak berhenti sampai di sini. 2 bocah lainnya akan menambahkan dengan sawah punya neneknya, omnya, tantenya atau siapapun. Hal ini lazim terjadi dan saya pun pernah berbicara seperti ini. Sampai saya dewasa pun masih. Karena saya ga mau kalah.

Hormon testosteron adalah hormon yang memicu gairah laki-laki secara biologis dan juga yang membuat laki-laki teramat sangat ingin menaklukkan sesuatu dan menjadi puncak penguasa di dalam berbagai hal. Berbagai macam keinginan seperti ingin mobil paling kencang, rumah paling besar, motor paling keren dan lain lain juga banyak dipengaruhi oleh hormone ini. Ujung-ujungnya yang dicari adalah pengakuan dari pergaulan atau status sosial. Semakin orang diakui di pergaulannya semakin sorang laki—laki beradaptasi dan memproduksi serotonin. Simpanse atau gorilla yang merupakan kerabat terdekat manusia dari sisi biologi juga memiliki ini. Para penguasa atau pejantan alpha (alpha male) memiliki serotonin yang tinggi.

Kembali ke pengakuan. Jika kita pikir, harta orang-orang terkaya di dunia itu pasti lebih dari cukup untuk dia dan keluarganya. Donald Trump, Sir Alan, Theo Paphitis, Aburizal Bakrie, Michael Sampoerna, dll pasti memiliki harta yang bisa dibilang susah untuk habis. Tapi mengapa mereka tetap berusaha sangat keras untuk mencari kekayaan lagi? Salah satu factor kuatnya adalah karena status social dan kompetisi. Mereka pengen diakui dan ingin memenangkan kompetisi sebagai orang terkaya se- (Indonesia, dunia, majalah ini, majalah itu) dll. Dan memang mereka masih laki-laki yang juga dibanjiri oleh hormon testosterone.

Saya mungkin tidak tahu mendalam tentang hormone. Jadi mari kita lihat ke contoh yang lebih sehari-hari.Misalnya, saat kita melakukan sesuatu hal yang cukup berdampak pada pergaulan kita dan orang-orang mengakui kita. Akan timbul suatu perasaan senang yang mungkin kalian sendiri pernah mengalaminya. Saat kalian menemukan sebuah lagu dan teman-teman anda mau meng-copynya dan mendengarkannya. Ketika yang lain bertanya “dapet dari mana tu lagu?” mereka pun menjawab “ dari si itu tuh”. Perasaan itu yang mungkin kalian sendiri bisa merasakannya.

Orang tua pun pada dasasrnya sama dengan kita. Mengajarkan kompetisi sejak usia kita sangat teramat dini. Ketika seorang bocah laki-laki mendapat nilai ulangan yang jelek. Orang tuanya akan berkata, “coba kamun liat si “dia” dapet nilai berapa. Dia aja bisa dapet nilai segitu. Kenapa kamu ga bisa” apakah kalian pernah juga dikatakan seperti ini oleh orang tua kalian? Itu adalah nilai-nilai kompetisi dan pandangan bahwa patokan hidup kita adalah orang lain bukan diri sendiri.

Sebenarnya apa sih yang membuat kompetisi itu bener-bener sangat teramat dikejar? Menurut saya pribadi, sebuah piala itu tidak berarti apa-apa tanpa ada orang-orang yang kalah. Keindahan dari kompetisi adalah melihat orang yang kalah. Sebagai manusia biasa tentunya saya senang melihat orang lain menderita kekalahan. Saya akui itu. Sebuah trofi emas jika semua orang mendapatkannya tidak berarti apa-apa. Tapi sebuat kertas digulung pita yang diberikan pada kita dihadapan puluhan orang yang kalah, sambil melihat beberapa ekspresi yang kesal, yang sedih, dan yang menyesal tentunya cukup menyenangkan bukan? Bahasa halusnya adalah kita dapat melakukan yang orang-orang tidak dapat lakukan, well permainan bahasa. Intinya sama aja.

Akan tetapi, manusia dilahirkan dengan segala macam keterbatasan. Keterbatasan tenaga, sumberdaya atau uang, dan juga waktu.  Di dunia yang populasinya meningkat dengan tajam ini semakin banyak juga kuantitas grup-grup pergaulan. Yang berdampak juga pada banyaknya pilihan untuk berkompetisi. Contohnya:
Geng Mobil        à Kompetisi paling kenceng, ceper, gaul, audio, velg, dll
Celana Denim    à celana nomer 507, merk ini merk itu (saya bukan pecinta denim)
Musisi                   à Gitar Les Paul, Gibson, Epiphone, trik-trik gitar, dll

Dan masih banyak lainnya. Kalian bisa rasakan sendiri kalian berada di mana. Masalahnya, sumberdaya kita terbatas untuk dapat menang dalam kompetisi dan kita harus memilih dimana kita akan berkompetisi. Kalau kita di Geng Mobil, uang kita hanya cukup untuk: Modif mesin ATAU modif suspense ATAU modif cat (visual) ATAU modif audio. Saya mengambil status ekonomi Indonesia pada umumnya. Kalau bicara syekh dari timur tengah sih silahkan nulis sendiri tentang syekh yang make Lambo dilapis emas.
Masalah berikutnya adalah kita ingin menang dari segara aspek. Tapi sumberdaya kita tidak cukup untuk memenuhinya. Uang telah dihabiskan untuk memodifikasi audio, tapi kita juga ingin mobil kita paling kenceng. Jadi bagaimana solusinya? Ada 1 hal yang sangat teramat ampuh untuk mengatasi situasi ini. Yaitu BOHONG!!. Yap benar sekali. Berbohong.

Dengan berbohong kita dapat merekayasa segala cerita dan kita bisa menambahkan bumbu-bumbu hingga terlihat hebat. Kecenderungan yang dilakukan adalah kita berbohong ke kumpulan pergaulan yang tidak terlalu pakar dengan hal itu. Berbohong tentang mesin kepada kumpulan pembalap mobil di sentul itu adalah bunuh diri. Yang didapatkan pasti cemooh. Kecenderungannya adalah kita berbohong ke orang-orang yang tidak terlalu paham. Orang menjadi paling pintar di kalangan orang bodoh dibandingkan jadi orang bodoh di kalangan orang pintar. Apakah saya melakukan hal ini? Tentu saja. Saya sangat menikmati saat-saat saya berbohong pada orang-orang di sekitar saya.

Akan tetapi, sepandai-pandainya tupai meloncat akan jatuh juga. Berbohong itu memiliki sebuah sifat adiktif atau ketergantungan. Contoh pada rokok. Awalnya para perokok, merokok diam-diam di tempat yang aman agar tidak ketahuan lingkungan dia melakukan hal yang tabu. Tapi seiring dosis merokok makin ditambah, akan ada saat dimana seorang perokok tidak perduli lagi apa kata lingkungan. Asalkan dia bisa merokok dan memenuhi hal yang menjadi ketergantungannya itu. Sama halnya seperti bohong. Bohong yang mulai ketahuan akan ditutup dengan kebohongan yang semakin besar lagi. Kebohongan ini berlanjut hingga diri kita hanya diliputi oleh kebohongan. Sampai ahirnya orang-orang tau anda berbohong dengan segala bukti tapi tetap mengelak dan mencoba pergi dari pergaulan itu berharap masalah selesai dengan anda pergi. Namun setelah anda pergi, efek ketergantungan masih melekat di diri anda dan anda mencari pergaulan baru untuk berbohong lagi. Hal ini yang disebut paradox. Semakin kita berbohong, semakin kita membutuhkan kebohongan yang lebih besar. Hal yang paling bijak dilakukan pada paradox ini adalah dengan menghentikannya. Tidak ada gunanya air laut yang semakin diminum semakin membuat anda kehausan karena kandungan garmanya. Hal yang paling tepat adalah berhenti meminumnya. Dalam hal ini adalah berhenti berbohong. Berkata jujur apa adanya.

Kembali ke hal kompetisi. Kalau kita tahu bahwa berbohong bukanlah sebuah pilihan tapi kita ingin memenangkan kompetisi, lantas bagaimana caranya? Jika saya ditanyakan pertanyaan seperti ini, saya akan balik bertanya “Apa tujuan kalian memenangkan kompetisi?” Harga sebuah kompetisi mungkin cukup mahal. Kalian menghabiskan 1 hari waktu dan tenaga dan mungkin dengan persediaan uang 1 minggu untuk menang kompetisi. Contoh konkritnya untuk menang balapan kalian harus bolos kerja 1 hari untuk ke bengkel memodif kendaraan kalian dan menghabiskan sisa uang selama 1 minggu terakhir. Lalu kalian malamnya balapan dan menang. Anda dapatkan apa yang anda inginkan yaitu menang kompetisi. SELAMAT! ANDA PALING CEPAT (Hari ini) lalu selama 5 menit orang-orang bersorak soray kepada anda dan apa yang terjadi setelah itu? Semua orang pulang karena pagi telah tiba dan anda pergi bekerja. Saat makan siang tiba, anda tidak tahu makan apa karena uang anda telah habis untuk memodif mobil anda. Hal ini bila diubah jadi kata-kata akan menjadi SELAMAT! ANDA MENDERITA SELAMA SEMINGGU KEDEPAN!

Keinginan atau nafsu pada diri anda itu bersifat paradox. Semakin kalian mengejar keinginan atau nafsu anda semakin hal itu membingungkan anda dan ujungnya kalian akan kelelahan tanpa mendapatkan apa-apa. Saat seekor ikan di kolam yang berlantaikan pasir mengejar mangsanya, semakin dia mengejar semakin ikan itu mengangkat pasir pasir di dasar untuk menghalangi pengelihatannya. Semakin dia berenang semakin keruh air itu. Air hanya akan surut saat dia berhenti bergerak dan ketika pasir telah surut, dia tidak mendapatkan mangsanya. Yang ada hanyalah kelelahan. Hal ini berlaku pada keinginan anda untuk memenangkan kompetisi. . Lihatlah film-film kartun anak-anak dan bagaimana pemeran antagonis menginginkan kekuatan tapi ujung-ujungnya tidak mendapatkan apa-apa. Coba saja perhatikan.

Di lain sisi kompetisi suatu hal yang sangat mengagumkan saya dapat katakan karena tanpa ada kompetisi tidak akan ada kemajuan di dunia ini. Internet yang saya gunakan untuk mem-post blog ini berasal dari kompetisi Negara-negara di perang dunia silam. Jadi kompetisi tidak buruk-buruk banget. Yang menjadi baik atau buruk adalah tujuan untuk berkompetisi.

Saya selalu berkompetisi dengan orang-orang dewasa agar saya dapat menjadi dewasa untuk bisa mendapatkan pengendalian diri yang tinggi. Menurut saya itu baik dan saya suka kompetisi. Saat saya melihat anak SMA yang jauh bisa mengendalikan dirinya dibanding saya, tentu saya akan mencoba bisa mengalahkannya dengan kembali mengendalikan diri saya lebih baik lagi. Dengan lebih sabar,tenang dan tidak mengeluh. Itu menurut saya baik, bagaimana menurut anda?

Hidup ini penuh keterbatasan dan saya pribadi berharap apa yang saya punya dan saya dapat lakukan itu benar benar bermanfaat. Jika sebuah kompetisi hanya mendapatkan penghargaan selama 5 menit tapi apa yang dikeluarkan jauh-jauh lebih besar dari itu lantas untuk apa berkompetisi. Saat seseorang tidak terlalu banyak mengikuti kompetisi, rasa penasaran akan muncul dari pergaulan yang menanyakan mengapa orang tersebut tidak berkompetisi? Ataupun anda hanya mengikuti kompetisi yang anda minati saja, di situ anda pun mendapat pengakuan sosial sebagai orang yang punya prinsip. Yang didapatkan bukanlah pemenuhan keinginan melainkan rasa hormat dan respect. Bukankah itu hal yang indah?