Senin, 18 Februari 2013

Celoteh Kasus Raffi Ahmad


Sebenernya jujur sih saya jarang menonton televisi karena saya memang tidak terlalu suka. Namun ketika saya kemaren makan di pecel deket kontrakan, saya melihat acara gossip-gossip selebritis gitu. Disana tampak Ibu Ami yaitu Ibu dari Rafi Ahmad sedang “curhat” tentang kemungkinan anaknya menggunakan narkoba. Beberapa kalimat yang saya kutip dari beliau kurang lebih seperti ini.

“Namanya Raffi Ahmad itu kan banyak kerjanya, pagi-pagi dia shooting buat iklan, lalu jadi presenter dimana-mana, belum juga berbagai sinetron yang dia perankan, dia itu bekerja dari pagi hingga malam hari. Saya pun meragukan anak saya kalau dia adalah pengguna narkoba. Lihat saja dengan segudang kegiatan yang dia miliki. Apakah dia tampak seperti seorang pengguna narkoba?”

Jujur sih seringnya saya tidak perduli dengan perkataan artis siapapun dalam televisi. Namun kali ini saya tertarik dengan kasus Raffi Ahmad yang banyak diberitakan ini walaupun sudah 3 minggu. Berikut hanyalah beberapa opini saya mengenai hal ini. Pengetahuan saya pun sangat terbatas dan ini hanyalah celoteh dari seorang pemuda belum lulus kuliah. Jadi jangan dianggap serius.

  Narkoba itu biasa dan dimana-mana.

Ironi sih memang, tapi jangan munafik kalo memang narkoba itu biasa dan ada dimana-mana. Barang bukti Raffi itu kalo tidak salah 2 linting ganja dan 17 butir pil extacy. Bayangkan sebuah berita yang geger itu hanya dikarenakan oleh 2 linting ganja dan 17 butir pil extacy? (berkabung) Dari sudut pandang jumlah narkotika.saya merasa bahwa barang dengan jumlah segitu adalah tidak lain dari berita-berita narkoba yang dulu suka saya tonton di acara berita jam 12 siang sambil makan siang dan setiap hari selalu muncul. Penangkapan 2 kilo ganja, penyelundupan shabu di dalam perut saja tidak menjadi geger, tapi 2 linting ganja dan 17 butir pil extacy menjadi geger ?

Mendapatkan narkoba tidaklah sulit. Di sekeliling saya, saya melihat berbagai orang menggunakan narkkoba. Shabu saya belum pernah lihat, tapi ganja dan extacy itu sudah sering sih dimana-mana. Ga percaya? Anda coba aja bergaul deh ke komunitas yang suka nongkrong malem, mau motor, mau mobil , mau music. Terus coba-coba tanya “bang tau yang jual daun ga?” Saya percaya dengan 2-3 kali menanyakan itu pasti anda sudah mendapatkan penjualnya. Soal extacy? Ya udah sih ke club aja. Disana tuh extacy itu udah kayak permen yang harganya mahalan dikit. Jadi orang awam saja yang punya duit bisa dapet. Apalagi artis. Jelas duitnya banyak, dan dia dikelilingi banyak orang. Ya pasti gampang banget dapetnya.

Dibalik kehebohan kasus Raffi Ahmad

Daniel Kanhenman dalam Bukunya Thinking Fast and Slow (buku yang menarik) menjelaskan bahwa adanya availability bias. Availability bias adalah pandangan tidak objektif terhadap seuatu fenomena atau peristiwa yang memiliki kemungkinan sama tapi lebih menarik perhatian. Bingung? Pasti. Simpelnya gini. Kasus artis baik dari skandal sex, narkotika, kekerasan lebih menarik perhatian dariapda orang biasa (wajar namanya juga artis). Lalu kecelakaan pesawat, sekalinya terlihat akan membuat kita merasa bahwa pesawat itu tidak aman, walaupun secara statistika kecelakaan pesawat adalah paling sedikit dibanding dengan kecelakaan kendaraan lain (Ratio dari jumlah keberangkatan per jumlah kobran pun menunjukan pesawat lebih baik dari mobil). Hal ini lumrah terjadi karena ini adalah karakter normal dari otak manusia.

Gara-gara Raffi Ahmad adalah artis cukup ternama dan track recordnya baik sekali, penggemar memasukkan image yang ganteng ,baik nurut ama orang tua, penyayang denga adiknya di alam bawah sadar mereka. Ketika berita buruk itu muncul,  adanya ketidak sinkronan antara image di benak mereka dan berita itu. Penggemar secara tidak sadar setiap penggemar mendapatkan shock atau kejutan akan berita buruknya dan nosi ketidak percayaan ini menjadikan berbagai spekulasi yang kita sebut Gossip yang akan menyebar menembus tembok dengan kecepatan yang tinggi. Seperti singkatannya makin diGosok makin SIP, hal ini menimbulkan trend di kalangan penggemar berita selebriti.

Yang namanya trend dan dibicarakan banyak orang, datanglah sesuatu yang sangat sangat tergantung dari banyaknya jumlah orang yaitu MARKETING!. Perusahaan rela membayar mahal untuk iklan di televisi yang ditonton banyak orang. Permintaan akan berita Raffi yang masih HOT ini sangat tinggi  membuat para stasiun televisi  selalu memberitakannya (ya iya lah ratingnya tinggi) dan perusahan televisi mendapatkan untung dari para perusahaan yang beriklan di sana. Dan sadarkah anda sekarang yang menonton berita ini secara up to date? Berita sudah melebar ke Ibu Raffi Ahmad yang batal umroh, Raffi yang ulang tahun di BNN, dan lain-lain.  Dari skala 1-10 anda dapat merating seberapa “nyambungkah” berita ini dengan kasus narkotika.

Bener gara-gara narkoba?

Dilihat dari barang bukti yang kecil dan pemberitaan yang membludak, saya merasa ini terlalu berlebihan (opini pribadi sih). Seperti halnya kasus Ariel Peterpan (Noah ya nama band sekarang?). Ya ampun kalo soal Ariel itu, namanya video syur artis tuh banyak banget di internet. Coba cari aja di google, bejibun banget yang pasti. Tapi kenapa berita Ariel heboh banget? Beberapa sumber sih bilang katanya Ariel sempet ada skandal sex dengan simpanan mafia kejam di Indonesia. Penjara Ariel itu hanyalah isengnya dari mafia itu (katanya sih). Raffi juga adalah artis yang sangat suksess dengan pendapatan yang besar (sinetron, presenter, iklan) dan juga dari bisnis mobil CBUnya. Camaro SS warna kuning itu adalah hasil dari bisnis mobil mewah yang dia geluti. Ada yang sirik ga sih sama orang sukses? Banyak lah, saya aja sirik. Tapi jadi motivasi juga.

 Yang namanya sikut-sikutan di dunia bisnis itu biasa dan jangan lupa bahwa bisnis entertainment adalah bisnis paling hot di Indonesia. Perputaran uang yang besar, jumlah partisipan yang banyak dan tingkat kesulitan yang dimiliki membuat bisnis ini kian diminati. Masuknya ga susah dan duitnya banyak. Dapet duit dari ngartis, bisa bikin bisnis lain. Asyik kan?  Jadi apakah ini kasus narkoba? Atau Cuma ada yang ga seneng aja ama Raffi gara-gara Raffi suksess baik di bisnis entertainment dan mobil CBUnya? Secara artis yang make narkoba juga banyak. Ga percaya? Tanya aja yang namanya orang-orang production house atau orang-orang dibalik layar perfilman.

Jadi dari semua yang saya celotehkan disini adalah adanya ketidak objektifan yang kita proyeksikan kepada masyarakat. Siapa itu masyarakat? Ya kita kita juga. Kasus yang awalnya narkoba yang tidak baik bagi kesehatan telah melenceng jauh menjadi berita ulang tahun di penjara, dan juga berita orang tua yang pilih-pilih pengacara kondang sebagai bukti sayang kepada anaknya. Ya kan?

Secara tidak sadar semua itu terjadi karena kita. Jadi apakah kita punya kekuatan untuk mengubah ini? Tentu saja. Bagaimana? Pertama, yang namanya media kan gara-gara permintaan. Mulailah beralih dari membicarakan Raffi Ahmad, menjadi mengapa sih narkoba itu sangat mudah didapat? Kenapa sih aparat kemanan tidak menindak tegas narkoba? Dan kita juga jangan menutup mata akan peredaranya di sekitar kita. Indonesia sudah sangat banyak kemajuannya. Pemerintah sekarang sudah mulai takut dengan media. Banyaknya stasiun TV local dan radio berita yang menyampaikan aspirasi rakyat untuk didengar masyarakat lain. Hal ini mengalihkan sudut pandang masyarakat yang nantinya akan mengubah permitaan mereka terhadap berbagai hal.  Presiden tahun 98 aja bisa runtuh gara-gara masyarakat apalagi cuma kasus narkoba. Optimis aja deh.

Jadi kesimpulannya?? Hmm Simpulin aja sendiri deh ya. Apakah kita pengen denger berita tentang Raffi aja? Atau berita bahwa aparat belum menindak tegas pengedar narkoba (dari segi hukum, sosiologi, psikologi, dll, saya yakin anda pada expert di bidang anda masing2). Apakah kita hanya tertarik dengan trend yang ada gara-gara selebriti berbuat sesuatu yang jauh melenceng dari penctiraan yang kita dapat? Atau kita akan tertarik dengan berita yang lebih kepada inti permasalahan yang kita hadapi? Semua terserah anda dan hanya anda seorang yang menentukannya.



Sabtu, 09 Februari 2013

Senandung Nenek Moyang




Berjuta-juta tahun lalu saat bumi menjadi tempat layak untuk dihuni, mikroorganisme mulai tumbuh dan berkembang biak. Pembelahan dan differensiasi sel menjadikan keragaman biota mahluk hidup di bumi ini. Seiring dengan evolusi tersebut, mulailah manusia untuk mulai tumbuh dan berkembang.

Pada awalnya smuanya sama, semua mahluk hidup di bumi ini bertahan hidup hanya untuk makan. Ada yang memakan tumbuhan, dan juga ada yang memakan hewan lainnya. Seperti halnya manusia, semua nenek moyang kita adalah pemburu. Hidup ke satu tempat dan ke tempat lain untuk mendapatkan makanan, bertahan hidup, dan berkembang bias. Siklus tersebut berulang hingga jutaan tahun kedepan.

Saat-saat tersebut adalah saat –saat dimana nenek moyang dari teknologi itu muncul. Perkembangan teknologi yang terjadi adalah hasil pengubahan pada teknologi yang terdahulu. Pisau tajam dengan gagang yang nyaman dipakai adalah hasil dari bebatuan yang digesekkan ke bebatuan lain untuk memotong kulit binatang. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi adalah hasil karya akal pikiran manusia yang menjadi vital di tumbuh kembang manusa jutaan tahun kedepan.

Berburu itu sulit, manusa yang makan kerbau, daging kuda, rusa, sapi atau lainnya harus melakukan tata cara yang situasional agar mendapatkan buruannya. Tak ada satu carapun yang tepat dan exact mengenai cara-cara manusia berburu. Manusia harus hafal dengan perilaku buruannya, kebiasaannya, bagaimana buruan tersebut merespon saat para predator (termasuk manusia) datang untuk membunuh mereka.


Perburuan pun berlanjut hingga alam mulai mempengaruhi para pemburu. Bagi yang tinggal di derah yang jauh dari khatulistiwa (Eropa, Rusia, Selandia Baru contohnya), mereka mendapatkan 4 musim dalam setahun. Panas yang tinggi saat matahari mendekati mereka akan diimbangin dengan dinginnya salju ketika matahari menjauhi tempat mereka (walaupun secara ilmiah ini adalah gerak semu matahari). Namun bagi yang tinggal di khatulistiwa, perburuan tidak perlu dilakukan lagi karena keadaan cuaca sudah cukup stabil. Panas selama 6 bulan dan hujan selama 6 bulan berikutnya membuat keadaan cuaca cukup stabil untuk manusia bercocok tanam. Hal inilah yang terjadi seperti di daerah (Indonesia, Amerika latin, Selatan Cina, India dan beberapa Negara Afrika).

Bagi warga 4 musim, memiliki cuaca yang stabil sepanjang tahun menjadi mimpi bagi mereka. Tidak perlu ketakutan kehabisan makanan, tidak perlu bertahan dari dingin yang dibawah 0 derajat celcius, dan mereka bisa mendapatkan kestabilan dalam suplai makanan. Setidaknya mereka dapat tenang dalam menghadapi hidup.

Namun hasil dari perbedaan peradaban di nenek moyang kitalah yang telah membentuk diri kita pada tahun 2013 ini. Saya ingin mengangkat 2 sudut pandang menurut warga 4 musim dan warga 2 musim.


Warga  4 Musim

Sama-sama dilahirkan dengan insting untuk bertahan hidup, warga 4 musim yang tidak dapat bercocok tanam terpaksa terus berburu untuk bertahan hidup. Berburu itu berlangsung dengan cepat dan orang-orang tidak perduli dengan bagaimana cara untuk berburu asalakan buruan didapat dan warga dapat makan untuk mengisi kebutuhan dasar manusia yaitu makan. Berburu itu memiliki resiko yangbesar, resiko diserang balik oleh mangsa, resiko diserang oleh kawanan mangsa, resiko ketika buruan sudah diapat dan diburu lagi oleh predator lain. Hal ini membuat para pemburu adalah orang-orang yang sangat berani karena kematian selalu mengintai mereka saat mereka berburu (sendiri atau berkelompok)

Dari sejarah tersebut, dapat dilihat bahwa warga 4 musim lebih berani dalam menjalani hidup dan lebih kreatif. Dampaknya dapat dilihat dari perkembangan kehidupan warga 4 musim. Sekitaran abad 15 setelah masehi dengan beraninya mereka melakukan penjelajahan mengarungi samudra untuk menemukan daratan lain, yang berujung dengan penjajahan dan penguasaan di abad 18 setelah masehi. Teknologi sekarang juga didapatkan dari penemuan-penemuan warga 4 musim yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Di tahun 2013 ini juga jejak nenek moyang masi melekat di mereka, hal ini dapat dilihat dari cara warga 4 musim mengelola perusahaan. Rata-rata mereka memberikan kebebasan para karyawannya melakukan suatu pekerjaan asalkan hasilnya memuaskan.


Warga 2 Musim

Berangkat dari kestabilan cuaca dan bercocok tanam, warga-warga 2 musim ini hidup di alam yang lebih tenang. Siklus dalam bercocok tanam tidak harian, namum lebih ke  berbulan bulan. 3-4 bulan dalam 1 siklus. Mereka cenderung melakukan pekerjaan yang berulang dan sedikit variasi, (menanam, menyiram dan menunggu). Kesempurnaan  dalam bercocok tanam adalah hal yang dijunjung tinggi. Dikarenakan situasi yang aman dan nyaman, mendapatkan hasil tani yang optimum hanya dapat dilakukan dengan  melakukan tata-cara tani yang sempurna. Jikalaupun gagal dalam bercocok tanam, warga 2 musim tidak langsung meninggal seperti saat gagal berburu, mereka dapat  memakan tumbuhan lain yang tumbuh akibat banyaknya sinar matahari dan memulai fase cocok tanam mereka lagi.

Dampak dari bercocok tanam ini adalah warga 2 musim memiliki tabiat yang sopan dan santun, memiliki tata krama yang tinggi. Warga 2 musim cenderung lebih sabar dan  dapat melakukan pekerjaan yang berulang-ulang dan membosankan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Di tahun 2013 ini dapat dilihat bahwa warga 2 musim lebih banyak menemukan penemuan saat-saat abad sekarang. Saat saat dimana ketekunan dan kesabaran dalam meneliti diperlukan dalam sebuah penemuan. Anak-anak warga 4 musim lebih pandai matematika dikarenakan mereka lebih tekun dan sabar menghadapi hal-hal yang sukar dimengerti. Dalam tata-cara pendidikan pun dapat dilihat bahwa warga 2 musim selalu menjunjung tinggi cara-cara konservatif dan kurang menyukai cara-cara yang berbeda dan modern.

Dari hal diatas dapat dilihat bahwa perilaku yang membentuk kita saat ini adalah pengaruh dari apa yang nenek moyang kita lakukan di masa lalu. Semua terjadi karena alasan. Saya hanya menjelaskan opini saya tentang hubungan masa lalu dan saat ini. Di tahun 2013 ini juga saya rasa dengan perkembangan teknologi yang dimana tingkat keamanan jauh lebih tinggi dari sebelumnya, kita sedang merintis evolusi perilaku kehidupan yang berpengaruh pada anak cucu kita nanti. Yang saya ingin tanyakan adalah apa yang akan kita tanamkan untuk anak cucu kita nanti?

Selasa, 15 Januari 2013

Dodo dan Nasi Goreng


Pandangan kabur ,kepala yang seikit pusing, dan keringat lengket karena malam yang panas dirasakan oleh Dodo yang baru bangun dari tidur siangnya. Dodo tidur dari jam 3 sore hingga jam 11 malam. Waktu yang cukup untuk mengembalikan tenaga Dodo setelah dari pagi lelah menunggu dengan cemas dan tanpa kejelasan yang jelas akan seseorang yang sangat berarti banyak bagi kehidupan Dodo baik sekarang maupun masa depannya. Ya, dia adalah dosen Dodo yang tak kunjung datang hari itu walaupun telah berjanji akan datang jam 9 pagi.

Melihat ke dalam rumah yang gelap karena semua orang sudah tidur kecuali Dodo, naluri seorang remaja yang masih dalam masa pertumbuhan pun keluar. Dia mengarah ke sebuah ruangan dimana dia bisa mendapatkan sebuah kehidupan disana. Namun hanya kekecewaan yang Dodo dapat ketika dia melihat tudung saji di dapur sudah tidak pada tempatnya. Tidak jauh dari sana tampak serpihan Ikan Bandeng yang seharusnya menjadi jatah Dodo, telah diambil oleh kucing Dodo yang sekarang telah tertidur pulas di sofa dekat TV.

Berharap bertemu dengan makanan nikmat tengah malam, dodo mengayuh sepedahnya dan mulai berkeliling komplek. Dodo hanya melihat nasi goreng sepanjang jalan. Nasi Goreng adalah makanan menyedihkan menurut Dodo karena tidak bergizi, dan nasinya keras seperti batu yang dikasi pilox warna putih. Namun kali ini ada sebuah warung nasi goreng yang sangat ramai sekali. Teringat pesan dari omnya bahwa “Tukang dagang makanan yang enak adalah tukang yang cepet abis dan bikin antrian panjang.”

Kali ini Dodo pasrah. Sepanjang jalan yang dia temukan hanyalah penjual nasi goreng, dan hanya ada sedikit harapan terbesit bahw nasi goreng ini pun enak.

Dengan harga standar Rp. 7.000 untuk nasi goreng, Dodo kembali mengatuh sepedanya dan pulang ke rumah. Sambil menyalakan laptop untuk mencari tahu apa saja yang di tweet dan di post kan oleh kecengannya di kampus, Dodo mulai menyuap nasi goreng itu.

Diluar dugaan Dodo, nasi goreng itu enak sekali. Rasa asin yang sedikit berlebih membuat nasi goreng itu memiliki rasa yang sangat berbeda dan dibalik asin itu terdapat gurih yang sangat melekat. Walaupun dengan daging yang sangat sedikit, namun rasa nasi dan bumbu nasi goreng itu sangatlah nikmat di mulut dodo. Dodo langsung makan nasi goreng itu secepat kilat dengan hanya 3-5 kunyahan sebelum menelannya.

Tertarik karena rasanya yang lezat, Dodo ingin mengajak teman-temannya untuk makan ke sana. Dodo dengan semangat menceritakan di kampus bahwa nasi goreng paling jawara dan kenikmatannya paling wahid. Sore itu pun selesai dari kampus, Dodo dan 3 temannya pulang ke rumah Dodo. Mereka melakukan aktivitas paling ngetrend dan sangat menjamur di semua kalangan mahasiswa tingkat ahir. Kegiatan yang paling bermanfaat untuk menata masa depan yang suram. Itu adalah PES. Game sepakbola yang memiliki candu di dalamnya.

Saat jam 10 hampir tiba, mereka semua kelaparan. Dodo pun mengajak ke tempat nasi goreng itu. Namun saat melihat keluar, ternyata hujan deras. Cuaca pun sangat dingin sehingga mereka semua menyeduh Milo hangat dulu.

Jam setengah 12 pun hujan reda dan mereka pergi ke tempat nasi goreng. 2 teman Dodo membawa motor dan mereka saling berboncengan. Walaupun jaraknya dekat namun mereka memakai jaket bermotor karena hujan yang cukup deras membuat malam sangat dingin.

Nasi pun dibungkus dan dibawa pulang untuk dimakan di rumah karena takut hujan lagi. Sampai di rumah. Dodo dengan semangat menggembar-gemborkan betapa nikmatnya masakan ini. Dodo sengaja tidak makan dulu karena menunggu teman-temannya menyuap. Saat suapan pertama, expressi wajah mereka menggambarkan hal yang jauh dari ketertarikan atau kesenangan saat orang memakan masakan enak.

“Paan si, nasi ga jelas gini doang lu bilang enak” satu teman dodo mulai membuka bicara

“ Iya apaan si do lebay banget dah lu. Nasi gini mah gw juga bisa bikin, tinggal nasi kasi kecap kasi garem beres. Basi banget si ah.”

“ Gw balik do ah” teman dodo yang ketiga meninggalkan makanannya dan langsung naik motornya pulang dan meninggalkan makanannya di kamar Dodo. 2 temannya pun menyusul namun yang 1 menghabiskan dulu nasi gorengnya dengan cepat, mengejek Dodo dan baru pulang.

Perasaan sedih karena teman-temannya tidak bereaksi seperti diharapkan langsung terpancar. Dodo bengong sambil melihat nasi gorengnya. Dia pun membuka nasi gorengnya dan mencoba merasakannya. Rasanya kali ini dibanding rasa yang kemaren sangatlah jauh sekali. Dodo merasa ada yang aneh. Padahal ketika membeli Dodo masih hafal muka abang-abangnya. Dan orang yang membuat adalah orang yang sama dengan yang membuat nasi goreng Dodo kemaren. Apa mau dikata, Dodo makan nasi goreng miliknya walau tidak habis karena sangat tidak enak, membuang makanan temannya dan langsung tidur.

Selang beberapa hari, Dodo harus mengerjakan skripsi di tempat temannya yang rumahnya tak jauh dari rumah Dodo. Malam itu Dodo sedikit tidak konsen karena tidak biasanya Dodo melihat Icha memakai tank top di rumahnya. Icha adalah anak yang sangat pintar di kampus. Tipikal muka rumus yang selalu berkutat dengan laporan dan rumus. Icha adalah teman Dodo bertanya masalah pelajaran dari semester awal. 
Biasanya Icha memakai baju kaos biasa dan celana piyama panjang. Namun karena hari ini cukup panas, Icha pun mengenakan tank top dan hot pants. Namanya wanita kadang terlihat cantik seringnya si tidak tapi sekalinya kelihatan cantik jadi penasaran dan langsung pengen jadian dan pacaran. Itulah sudut pandang Dodo terhadap wanita. Namun Dodo dan Icha adalah teman belajar dari awal kuliah. Lagi, Dodo tidak tertarik dengan Icha.

Saat Dodo pulang jam 10 malam, Dodo melewati tukang nasi goreng yang sempat sangat enak dan tidak enak itu. Dodo mencoba memberikan kesempatan ke 2 untuk mengetes apakah nasi goreng ini benar-benar enak atau tidak.

“Bang bungkus 1 bang ya!” Dodo langsung memesan

“Ga sama temennya mas?”  Jawab tukang dagang.

“engga, pada ga maen ke rumah.” Dodo pun tersenyum kepada pedagangnya.

Kali ini mata Dodo sangat awas karena Dodo ingin mencari tahu bagaimana nasi goreng ini bisa enak dan bisa tidak enak.  Dodo memperhatikan minyak yang dituang, berapa sendok garam, Vetsin yang digunakan, hingga cara memasak telurnya. Tidak ada yang aneh. Lalu nasi pun dimasukkan ke katel dan diaduk oleh abangnya. Saat diaduk inilah, terlihat oleh Dodo rahasia sesungguhnya rasa asin dan gurih dari nasi goreng yang dimakan Dodo. Dengan mata melotot dan kaget saat memperhatikan pemasakan nasi goreng, Dodo melihat beberapa tetes cairan bening masuk ke wajan nasi goreng. Dodo mencoba melihat ke atas nasi goreng dan memperhatikan abang nasi goreng itu. Terlihat keringat dari abang tersebut mengalir di hari yang panas ini dan masuk  ke katel tersebut. Keringat mengalir dari dahi turun ke dagu dan menetes ke bawah, dari tangan dimana abang tersebut memegang kain untuk menahan panas katel penggorengan itu.

Saat serius memperhatikan hal tersebut, Dodo sedikit terbengong dengan kilas balik pengalamannya saat pertama kali ia membeli nasi goreng di sini. Hingga tiba-tiba
“Bang ini nasi gorengnya silahkan” Abang tersebut selesai memasak dan memberikan kepada Dodo dengan senyum khas pedagang lengkap dengan keringatnya yang masih banyak di wajah dan badannya.


Senin, 07 Januari 2013

Dodo dan Orang dari masa depan



Suatu hari Dodo sedang berjalan pulang dari kampusnya. Dodo berjalan dari depan jalan raya ke komplek rumahnya karena angkutan umum tidak sampai ke depan rumah. Cuaca pada hari itu cukup cerah  namun Dodo ingin pulang karena dia ingin tidur dulu agar begadang nanti subuh.

 Ditengah jalan, seseorang bapak-bapak usia 30an menghampiri Dodo.

“Nak apakah kamu tinggal di daerah sini?” Tanya orang misterius itu.

“iya, Kenapa pak?” Tanya Dodo balik.

“Dengarkan nak, mungkin ini sedikit tidak masuk akal tapi bapak minta kamu percaya dengan bapak!” Orang tersebut kemudian memegang kedua bahu Dodo dan menatap Dodo dengan sangat serius.

Dodo pun merasa aneh dan ganjil. Di benaknya berbagai macam spekulasi muncul, Dodo takut bapak ini Homo, Dodo juga takut bapak ini melakukan modus penodongan yang baru dan Dodo juga sempat takut kalo dia akan diculik untuk diminta tebusan. Tapi Dodo berpikir tampaknya Dodo terlalu tua untuk diculik.

“Bapak datang dari masa depan nak, Bapak harap kamu bisa membawa warga-wargamu untuk meninggalkan komplek ini dengan seketika. Besok siang, tepatnya pukul 12.15 akan ada sebuah truk gas LPG yang berisi tabung-tabung penuh yang bannya akan meledak dan isi gas LPG pun akan berhamburan sehingga menimbulkan kebakaran yang sulit dipadamkan. Bapak tersebut mengatkan kepada Dodo dengan sangat yakin, tenang dan pasti.

Dodo mendadak panic, lututnya lemas dan mukanya langsung pucat. Kata-kata itu tampak sangat meyakinkan“ Lalu kenapa bapak member tahu kepada saya pak? Kasi tahu saja ke Pak RT disini?”

“Mereka tidak bisa menyelamatkan warga sini nak, Bapak juga berasal dari warga sini dan bapak ingin warga sini selamat. Dan hanya kamu yang bisa menyelamatkannya.” Orang itu pun melepaskan tangannya dari bahu Dodo.

Entah mimipi apa semalem atau keselek biji duren apa, Dodo seakan-akan sudah menjadi tokoh utama dalam serial petualangan menyelamatkan dunia. Dodo mulai kebingungan. Rasa takut, cemas, panic dan tidak percaya campur menjadi satu. Ditengah kebingungan ini, dodo memiliki ide.

“Bapak datang dari masa depan?” Tanya dodo

“iya”

“Dan kebakarannya akan terjadi besok siang? Jam 12?”

“Iya”

“Berarti bapak datang dari masa depan dan tahu betul apa saja yang terjadi dari hari ini dan besok?”

“Betul”

“Kalo begitu…” Dodo menggaruk dagunya, “Nanti malam ada final Liga Champion. Bapak tahu dong siapa pemenangnya?” Dodo menatap tajam mata bapak tersebut.

Bapak tersebut tampak kaget dan mundur satu langkah. Namun bapak itu mengambil nafasnya dalam-dalam dan berkata.” Benar sekali nak, warga akan kecewa berat Manchester United akan kalah mala mini.”
“Baiklah pak” Dodo pun lalu berjalan pergi.

“apakah kamu sudah percaya sekarang?” Tanya bapak tersebut.

Dodo pun berbalik badan “ Yaah, gw kira hari ini gw bakalan menang taruhan 1 komplek. Taunya Cuma bakal gigit jari lagi. Udah deh bang, gw saranin lu kerja dan jangan kebanyakan nipu orang. Dosa lu, ga baik. Nanti kuburan lu menyempit tau rasa lu!!!”

Orang misterius itu pun kaget dan terdiam

“Yang tanding nanti mah Dortmund ama Real Madrid. Masa yang kalah MU Mikir dong!!”

Minggu, 06 Januari 2013

Apakah Anda Extrovert atau Introvert?




Cobalah jawab pertanyaan di bawah ini dengan “Ya” atau “Tidak

1.      Saya lebih menyukai pembicaraan satu lawan satu dibanding diskusi secara grup

2.      Saya lebih sering mengutarakan perasaan saya dengan menulis

3.      Saya menikmati kesendirian saya

4.      Saya sepertinya lebih tidak peduli tentang kemakmuran, status dan ketenaran    dibanding rekan-rekan saya

5.      Saya tidak menyukai perbincangan ringan namun saya menikmati perbincangan secara dalam tentang topic yang penting menurut saya

6.      Orang-orang mengatakan saya bahwa saya adalah pendengar yang baik.

7.      Saya bukanlah seorang pengambil resiko yang besar.

8.      Saya menikmati pekerjaan yang membiarkan saya terjun dengan dalam dan dengan sedikit interupsi

9.      Saya suka merencanakan ulang tahun dengan skala kecil dan hanya dengan 1 atau 2 teman dekat atau keluarga.

10.  Orang-orang mendeskripsikan saya sebagai “Mellow” atau “pembicara yang lembut”

11.  Saya lebih memilih untuk tidak menunjukkan atau mendiskusikan pekerjaan saya kepada orang lain hingga pekerjaan saya selesai.

12.  Saya tidak menyukai konflik.

13.  Saya melakukan pekerjaan saya yang terbaik dengan bekerja sendiri.

14.  Saya cenderung berfikir dulu sebelum berbicara.

15.  Saya tidak mengangkat telepon walaupun saya bisa dan memiliki waktu untuk mengangkatnya

16.  Jika saya disuruh untuk memilih, saya lebih memilih weekend dengan tidak ada acara dibanding dengan yang penuh acara.

17.  Saya tidak menyukai multitasking

18.  Saya dapat berkonsentrasi dengan mudah.

19.  Untuk situasi di kelas, saya lebih memilih diajar oleh guru dibanding diskusi berkelompok.

Jika jawaban anda kebanyakan “Ya” berarti anda adalah orang yang Introvert. Jika jawabannya  kebanyakan “Tidak” anda berarti orang yang extrovert. Jika jawaban anda cukup berimbang berarti anda adalah orang yang “Ambivert”

Setiap orang memiliki tipe extrovert dan introvert di dalam dirinya. Namun pada beberapa orang salah satu sifat sangat dominan dibanding sifat lain. Ambivert adalah tipe orang yang seimbang antara extrovert dan introvert.


Bagaimana mungkin seseorang bisa memiliki Introvert dan Extrovert sekaligus? Sesungguhnya manusia adalah mahluk yang sangat complex dari  dari segi kepribadian dan hal ini adalah yang wajar. 

Dibalik Lowongan Pekerjaan


Dibalik 



Pria/Wanita maximal 25 tahun
Arti: Kami membutuhkan pekerja muda yang siap bekerja. Bukan kakek-kakek atau nenek-nenek yang udah encok pegel linu, batuk batuk keluar bangkong dan kalo baca buku matanya harus mundur jauh dulu.

 Lulusan S1 Semua jurusan.
Arti: Laah kuliahan sekarang ga ada yang beres. Lulus mah lulus tapi ditanya ini itu  pelanga pelongo udah macam pembantu baru nyari tempat garem di garasi.

Berpenampilan menarik.
Arti: Yaah namanya juga bos lah. Pengen karyawan yang caem caem. Siapa tahu nanti kalo ada karyawan yang caem bisa dijadiin simpenan.

Berkepribadian menarik.
Arti:  Menarik mulu dari tadi. Heran gw apaan sih yang ditarik sebenernya?

Menyukai tantangan dan hal-hal baru.
Arti:  Kalo entar ada yang ga beres dan bosnya ga ngerti, bosnya tinggal ngomong “ini kesempatan buat kamu berfikir diluar kotak dan memecahkannya. Semangat nak!” Lalu bos pun keluar sambil manggil tukang bapau panas.

Mau bekerja keras.
Arti:  Kita pengen anda untuk bekerja keras, banyak dan lama. Tapi gaijnya dikit.

Memiliki skill komunikasi dengan baik.
Arti:  Jangan sampe ditanya kuda dijawab monyet. Jangan kalo disuruh bikin susu milo malah diambil dari aer comberan pinggir kantor.

Mampu bekerja baik di dalam tim.
Arti: Kita ga mau karayawan jadi provokator kerusuhan seperti G-30 S PKI, kita juga ga mau kalo  ketemu karyawan lain langsung dilemparin bom Molotov dan yang lemparinnya sembunyi di balik tong sampah Lion Star warna abu-abu. Gw bikin perusahaan dari duit bokap hasil jual Sapi 4 biji di kampung gw sana. Awas lu sampe bikin rusuh.

Bersedia ditugaskan ke cabang di Kota-kota di seluruh Indonesia.
Arti: Bray Jakarta udah macet banget bray. Kalo elu kerja di Jakarta lagi nanti gw mesti berebutan oksigen ama elu bray. Males banget ah gw. Lu mending sekarang cabut ke luar jawa dah. Sumber air so dekat sekarang. 


Selasa, 18 Desember 2012

Bagaimana Jika Saya Selalu Dipandang Sebelah Mata? Kisah Benjamin Franklin


Bagaimana Jika Saya Selalu Dipandang Sebelah Mata? Kisah Benjamin Franklin

Benjamin Franklin (Massachusetts , 1706) memiliki kecintaan yang besar kepada buku. Dari kecil Benjamin selalu bermimpi untuk menjadi penulis terkenal. Mimpinya itu mulai terwujud ketika Ayahnya membuat perusahaan percetakan bernama The New-England Courant yang dikelola langsung oleh Kakaknya James.

Benjamin yang berusia 12 tahun mulai menjadi pekerja dan bertugas di  berbagai macam pekerjaan seperti: mengoperasikan mesin cetak, mengantar kertas ke pembaca hingga mengedit manuskrip Koran.  Seiring dengan pekerjaan dan hasrat dia untuk menjadi penulis hebat, Benjamin mengasah kemampuannya dalam menulis. Benjamin terus membaca karya-karya hebat penulis setempat dan bereksperimen membuat tulisannya sendiri.  

Berbekal ide-ide yang brilian dari hasil pembelajarannya, Benjamin memberitahu kakaknya James tentang artikel-artikel yang ingin dia tulis untuk dipublikasikan di Koran kakaknya. Namun James adalah seorang yang keras kepala dan menanggap Benjamin sebelah mata. James menganggap bisnis percetakan adalah bisnis yang sangat serius dan karya-karya Benjamin hanyalah karya anak-anak yang tidak pantas dipublikasikan. Label bahwa Benjamin hanya sebuah adik yang masih kecil melekat kuat di benak James.
Benjamin terus berusaha berdebat dengan kakaknya akan ide ini. Semakin Benjamin berdebat, Benjamin mulai mengalah karena dia tau James adalah orang yang sangat keras kepala dan tak ada gunanya berdebat dengan kepala batu. Walau mengalah dalam debat, Benjamin tidak pantang menyerah dan terus mencari cara agar tulisannya dapat dimuat di Koran kakaknya.

Tiba tiba Benjamin terpikir sebuah ide.Dia sadar bahwa yang tidak disukai James adalah dirinya. James sudah memberikan label adik kecil yang tidak pernah dewasa kepada Benjamin. Tandanya bila tulisan itu bukan dari Benjamin, James pasti mau menerimanya.

Benjamin terpikir untuk membuat sebuah tokoh fiksi yang akan membuat tulisan ke Koran kakaknya. Setelah berpikir lama, Benjamin memutuskan untuk membuat karakter berupa seorang janda bernama Silence Dogood yang memiliki opini yang sangat menyindir, aneh dan terus terang terhadap kota boston.

Guna membuat karakter fiksinya itu menjadi seolah-olah nyata, Benjamin mulai membayangkan kisah perjalanan janda tersebut dengan detil. Dia menghabiskan berjam-jam untuk berkhayal tentang karakter fiksinya itu. Dia berpikir dari segala aspek hingga Benjamin mulai menjiwai karakter fiksinya itu.

Dengan penuh imajinasi, Benjamin menulis tulisan pertamanya ke The New England Courant. James melihat tulisan tersebut dengan gembira dan langsung mempublikasikannya. Tulisan yang sangat jenaka dan sangat menyindir ini langsung menjadi terkenal di kota itu dan kelanjutan tulisannya selalu ditunggu masyarakat. James menganggap bahwa tulisan ini berasal dari penulis terkenal yang menggunakan nama samaran.

Di saat James sangat senang seiring menerima tulisan dari Nyonya Dogood, Benjamin hanya berpura-pura tidak tahu namun didalam hati dia tertawa puas. Reaksi kakaknya dan reaksi masyarakat lebih dari cukup untuk membuatnya merasa bahagia. Seiring dengan waktu, pekerjaan Benjamin mulai beragam dan Benjamin telah menjadi editor manuscript yang handal.

Percaya dengan kemampuannya, Benjamin ingin mengaku kepada James. Benjamin menganggap bahwa segala prestasi dia di bisnis Koran ini sudah cukup untuk membuat dia diakui di mata kakaknya James. Suatu hari Benjamin datang ke James dan mengaku bahwa sebenarnya yang menjadi Nyonya Dogood itu adalah dirinya sendiri. Benjamin juga membawa bukti tulisan-tulisan Nyonya Dogood.

Berharap ingin dipuji atau setidaknya ingin diakui oleh James, Benjamin malah mendapat perlakuan sebaliknya. James sangat marah kepada Benjamin. James merasa telah dibohongi mentah-mentah oleh adiknya sendiri. James sangat tidak suka dibohongi, apalagi oleh keluarganya sendiri. Semenjak saat itu, Benjamin kembali melakukan aktivitas sehari-harinya. Namun kali ini James benar-benar menjadi pemarah, dingin, selalu menghinda dan merendahkan pekerjaan Benjamin.

Hal ini membuat Benjamin tidak betah bekerja dengan kakaknya James. Berbekal ilmu yang dia dapat selama mengelola bisnis Koran, Benjamin pergi ke Philadelphia untuk mencari peruntungan. Tak lama setelah dia tiba di kota baru dan tak mengenal siapa-siapa, dia menjelajahi bisnis percetakan di kota itu dan bertemu Samuel Keimer. Skill Benjamin di atas rata-rata untuk umurnya di bidang percetakan, Benjamin menjadi orang yang sangat di percaya dan berpengaruh bagi Samuel Keimer. Benjamin pun bebas berkreasi di bisnis barunya itu.

Penjabaran:

Masyarakat yang terbangun sekarang adalah sumbangasih dari akumulasi kejadian di masa lalu. Akumulasi itu terbentuk dan menjadikan budaya yang ada sekarang. Label-label yang diberikan adalah hal yang umum terjadi di masyarakat. Anak laki-laki paling tua pewaris keluarga, adik yang selalu dibawah kakaknya, kakak tertua yang selalu dibanggakan, wanita yang dikesampingkan daripada pria dan lainnya adalah contoh umum yang sering kita jumpai.

Hal yang telah menjadi label cenderung sangat susah sekali dirubah. Lihat bagaimana Benjamin telah membuktikan diri bahwa dia pantas untuk menjadi penulis diimarahi oleh James dengan alasan merasa dibohongi. Jika anda berada dalam situasi yang diatas, ambillah pelajaran dari kisah di atas.
Anda dapat mengambil ilmu dari orang yang merendahkan anda atau memberi anda label, tapi jangan pernah minta penghargaan dari mereka. Jika anda meminta hal itu berarti anda melakukan hal yang sia-sia. Ambillah ilmunya sebanyak yang anda mau dan pindah lah ke tempat yang lain. Dengan skill dan pengetahuan yang anda miliki, sudah sangat dipastikan ada orang yang sangat menghargai anda. Untuk apa bersusah payah mencari pengakuan dari orang yang tidak menghargai anda, sedangkan di luar sana banyak orang yang menghargai anda.